Tugas SAP 13: Perlawanan WNN terhadap Tekanan Donor Hijau melalui Media Digital

Perlawanan WNN terhadap Tekanan Donor Hijau melalui Media Digital

Purnama Ayu Rizky

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana anggota Women News Network (WNN) bernegosiasi dengan tekanan donor hijau (green philanthropy) untuk menjaga otonomi redaksional dan integritas jurnalistik di media digital. Peneliti beranggapan bahwa ketergantungan pendanaan eksternal dari donor bisa menekan independensi media, tetapi WNN secara aktif melakukan perlawanan ideologis dan struktural.

Penelitian ini menggunakan kerangka Nalar Kritis McGuigan (2006) karena teori ini sangat relevan dalam menganalisis bagaimana dominasi ekonomi (“modal donor”) dapat menciptakan hegemoni dan bagaimana media bisa menjadi arena perlawanan. McGuigan menjelaskan ketegangan antara rasionalitas kritis—yang mempertanyakan otoritas dan struktur kekuasaan—dan rasionalitas instrumental—yang memungkinkan penggunaan sarana (dalam hal ini media digital) secara strategis untuk melawan dominasi. WNN menerapkan kedua rasionalitas ini secara kritis menolak intervensi donor dan secara instrumental menggunakan jangkauan digital untuk mempertahankan suara independen.

Tekanan donor hijau sangat nyata dalam ekosistem media independen. Merujuk pada Fink (2025), media nonprofit sangat bergantung pada dana hibah, menurut hasil wawancara dengan pemimpin newsroom nonprofit, sebagian besar pendapatan sampai 51% masih berasal dari yayasan. Penelitian ini merujuk pada temuan tersebut sebagai bukti bahwa pendanaan filantropi bisa menjadi sumber risiko pengaruh terhadap isi editorial.

Di konteks lokal, penelitian Muslih & Caesaria (2024) menunjukkan bahwa media exposure perusahaan terkait investasi hijau berpengaruh positif terhadap pengungkapan emisi karbon (carbon emission disclosure). Ini bisa diartikan bahwa perusahaan hijau menggunakan media untuk memperkuat legitimasi mereka. Peneliti beranggapan bahwa WNN menyadari mekanisme ini dan mengambil posisi resistif: meskipun menerima dana hijau, WNN menolak narasi yang hanya memperindah citra lingkungan tanpa perubahan substantif.

Selain itu, teori McGuigan membantu menjelaskan bagaimana WNN mengelola identitas kolektif sebagai media perempuan independen yang menolak subordinasi ekonomi. Dalam kerangka McGuigan, identitas perlawanan penting karena WNN bukan hanya penerima donor, melainkan aktor yang mempertahankan “suara yang berbeda” melawan logika hegemonik donor hijau.

Di sisi lain, pemikiran McLuhan (2013) tentang media sebagai perpanjangan manusia memang berguna untuk memahami potensi media digital dalam memperluas jaringan audiens. Hanya saja teori ini tidak dipakai sebagai landasan utama karena tidak memberikan analisis kritis terhadap struktur pendanaan dan dominasi ekonomi. Peneliti menilai McGuigan lebih tepat karena fokus pada konflik ideologis dan ekonomi.

Penelitian terkait pendanaan media dan pengungkapan lingkungan mendukung analisis ini. Muslih & Caesaria (2024) menemukan hubungan antara green investment, media exposure, dan carbon emission disclosure. Sedangkan Sulistyawati & Saputro (2025) menemukan bahwa media exposure dan ukuran perusahaan memoderasi pengungkapan emisi karbon di sektor pertambangan, yang menunjukkan tekanan eksternal media terhadap perusahaan (Sulistyawati & Saputro, 2025).

Dengan kerangka dan bukti tersebut, penelitian ini menekankan bahwa perlawanan WNN terhadap donor hijau bukan sekadar perlawanan simbolis, melainkan strategi sistemik untuk mempertahankan integritas editorial dan mencegah media menjadi agen legitimasi donor. Media digital menjadi arena resistensi dan negosiasi identitas kolektif wartawan perempuan.

Berdasarkan analisis ini, pertanyaan penelitian diformulasikan sebagai: Bagaimana anggota WNN menegosiasikan tekanan dari donor hijau melalui media digital sambil mempertahankan otonomi redaksional dan identitas kolektif sebagai media independen?

Penafian: Penulis menggunakan NotebookLM untuk mengekstrak gagasan teori dan literatur pendukung.

Tabel perbandingan bahan bacaan di sini.

Daftar Pustaka

Fink, K. (2025, April 28). Nonprofit news remains “heavily dependent on philanthropic funding,” study finds. Nieman Journalism Lab. Diakses 17 November 2025, dari https://www.niemanlab.org/2025/04/nonprofit-news-remains-heavily-dependent-on-philanthropic-funding-study-finds/ 

McGuigan, J. (2006). Modernity and Postmodern Culture (2nd ed.). Open University Press.

McLuhan, M. (2013). Understanding Media: The Extensions of Man. MIT Press.

Muslih, M., & Caesaria, S. M. (2024). Pengaruh Green Investment, Media Exposure, dan Profitabilitas terhadap Carbon Emission Disclosure pada Perusahaan Sektor Energi di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 8(3), 127‑144. https://doi.org/10.31955/mea.v8i3.4410

Sulistyawati, A. S., & Saputro, I. F. E. (2025). Carbon Emission Disclosure: Media Exposure, Profitability, and Company Size Moderation in Mining. Accounting Analysis Journal, 14(2). https://doi.org/10.15294/aaj.v14i2.24112



Komentar