SAP 6: Produksi Wacana Isu Lingkungan pada Women News Network (WNN)

Penelitian ini bertujuan untuk mengurai bagaimana Women News Network (WNN)—sebuah aliansi media berbasis perempuan yang didirikan oleh Magdalene.co pada Mei 2025 dan menyatukan sembilan media independen di Indonesia—memproduksi wacana kontra-hegemoni dalam isu lingkungan. Fokus penelitian ini pada bagaimana WNN menyoroti ketidakadilan lingkungan yang berdampak pada perempuan, seperti hilangnya akses sumber daya alam akibat eksploitasi kapitalis. Penelitian akan menggunakan mekanisme selektivitas diskursif dalam kerangka Cultural Political Economy (CPE) dari Sum dan Jessop (2013), terutama argumen tentang seelctive discours, di mana aktor termasuk media alternatif secara sadar memilih narasi tertentu untuk menantang hegemoni yang berlaku.

Sebagai jejaring yang mengedepankan perspektif feminis, inklusi, dan keadilan sosial, WNN membangun narasi lingkungan yang menantang hegemoni kapitalisme melalui penekanan pada isu eksploitasi sumber daya alam seperti deforestasi, polusi industri, dan bencana alam yang memengaruhi perempuan. Misalnya, bagaimana proyek nikel di pulau-pulau seperti Wawonii dan Halmahera menyebabkan polusi yang mengabaikan penderitaan masyarakat, termasuk perempuan yang bergantung pada alam untuk mata pencaharian. WNN, dengan misinya memperkuat suara perempuan, berpotensi membingkai ulang isu ini sebagai bentuk ketidakadilan gender, berbeda dari media arus utama yang sering netral atau pro-korporasi.

Merujuk pada pemikiran Sum dan Jessop (2013), produksi wacana selalu melibatkan interaksi antara semiosis (penciptaan makna) dan strukturasi (struktur sosial). Dalam hal ini, hegemoni sebagai dominasi moral dan intelektual yang tidak mutlak, menopang narasi kapitalisme neoliberal, seperti eksploitasi sumber daya tanpa pertimbangan dampak sosial. Sebaliknya, kontra-hegemoni, merujuk pada Sum dan Jessop (2013) muncul melalui selektivitas diskursif, yaitu pemilihan narasi alternatif untuk menantang hegemoni tersebut. Penelitian ini berargumen bahwa selektivitas diskursif menjadi instrumen kunci bagi media alternatif seperti WNN untuk membentuk wacana kontra-hegemoni, terutama dalam konteks kapitalisme digital di Indonesia di mana tekanan algoritme dan keterbatasan sumber daya menjadi kontradiksi struktural yang harus dinavigasi.

Dalam konteks WNN, selektivitas diskursif tampak pada narasi yang menyoroti dampak eksploitasi lingkungan terhadap perempuan, seperti hilangnya akses air bersih atau lahan pertanian akibat proyek pertambangan. Argumen ini selaras dengan Fuchs (2014), yang menunjukkan bagaimana media alternatif menghasilkan wacana kontra-hegemoni untuk menantang struktur kekuasaan kapitalis melalui narasi keberlanjutan lingkungan yang berbasis perlawanan digital. Penelitian dari Cottle (2017) menambahkan bahwa media lingkungan memanfaatkan ketegangan antara nilai organisasi dan tekanan pasar untuk mengembangkan narasi alternatif.

Kerangka CPE dipilih karena fokusnya pada dinamika kekuasaan sistemik dan kritik ideologi, yang relevan untuk menganalisis peran WNN sebagai media alternatif dalam konteks kapitalisme digital (Sum & Jessop, 2013). Pendekatan Media Production Studies (MP/EP) dari Hesmondhalgh (2010) tidak digunakan karena lebih menekankan praktik harian organisasi media, seperti proses redaksi, dan tidak cukup menangkap pengaruh struktur kekuasaan yang lebih luas, termasuk hegemoni kapitalisme digital, terhadap produksi wacana. Dengan demikian, CPE memungkinkan analisis yang lebih holistik terhadap interaksi antara struktur sosial, praktik media, dan produksi makna di WNN.


Pertanyaan penelitiannya adalah, bagaimana produksi wacana isu lingkungan pada media Women News Network (WNN) di Indonesia?


Catatan: Penulis menggunakan NotebookLM dan Grok untuk mendiskusikan dan menerjemahkan sumber bacaan yang dirujuk dalam tulisan ini.


Penulis juga mengkomparasi konsep-konsep kunci dari dua bahan bacaan utama yang dijadikan sumber. Tabel bisa dibaca di sini.


Daftar Pustaka

Cottle, S. (2017). Environmental conflict in a global context: Communicating and reporting on struggles over resources. Journalism Studies, 18(5), 583–599. https://doi.org/10.1080/1461670X.2016.1266279

Fuchs, C. (2014). Digital labour and Karl Marx. Routledge.

Hesmondhalgh, D. (2010). Media industry studies, media production studies. In J. Curran (Ed.), Media and society (5th ed., pp. 145–163). Bloomsbury Academic.

Sum, N.-L., & Jessop, B. (2013). Towards a cultural political economy: Putting culture in its place in political economy. Edward Elgar Publishing.

 




Komentar