SAP 3: Praktik Ekofeminisme dalam Sistem Sosial dan Keseharian: Analisis Jejaring Media Perempuan Women News Network (WNN)

Penelitian ini hendak meneliti tentang bagaimana praktik ekofeminisme diwujudkan oleh jejaring media perempuan Women News Network (WNN), yang berdiri pada April 2025. Dengan merujuk pada pemikiran Bourdieu (1977), penelitian ini akan berfokus bagaimana distribusi modal simbolik, habitus jurnalis, dan posisi dalam field media membentuk strategi naratif yang memungkinkan WNN menyuarakan isu ekofeminisme, yang menekankan pada kaitan penindasan perempuan dan kerusakan lingkungan, serta pentingnya kesetaraan dan keberlanjutan (Shiva, 2000) secara efektif. Jejaring ini terdiri dari sembilan media anggota dengan audiens dan orientasi berbeda, yakni Magdalene, Simbur Cahaya, Femini, Digital Mama, Tentang Puan, Katong NTT, Dewiku, dan Kutub.

Dengan merujuk pada Bourdieu (1977) tentang filed, habitus, dan capital, praktik jurnalistik WNN dianalisis sebagai strategi kolektif yang terkait dengan distribusi modal simbolik. Perbedaan habitus jurnalis, misalnya pengalaman urban di Magdalene versus konteks lokal di Katong NTT, menentukan bagaimana isu ekofeminisme diinterpretasikan, disajikan, dan dikomunikasikan. Strategi naratif ini bukan sekadar reproduksi struktur, tetapi argumen analitis bahwa WNN membangun kredibilitas, legitimasi, dan pengaruh melalui mobilisasi modal simbolik kolektif.

Teori lain seperti De Certeau (1984), Swidler (1986), dan Collins (2004) tetap relevan untuk konteks, tetapi tidak digunakan sebagai kerangka utama, karena fokus penelitian adalah pada struktur, strategi kolektif, dan distribusi modal simbolik. De Certeau menekankan agensi individu dalam keseharian, Swidler pada simbol budaya, dan Collins pada interaksi emosional. Namun praktik WNN menunjukkan bahwa ekofeminisme dijalankan melalui strategi kolektif berbasis modal simbolik, sehingga Bourdieu memberikan kerangka yang paling tepat untuk menganalisis distribusi legitimasi, posisi dalam field, dan strategi naratif.

Praktik keseharian jurnalis, dari penulisan artikel, pengemasan konten digital, hingga kolaborasi antar-media anggota menjadi argumen analitis bahwa strategi naratif WNN adalah manifestasi habitus kolektif. Habitualisasi praktik ini membangun kredibilitas dan memperkuat pengaruh jaringan dalam memposisikan isu ekofeminisme di media nasional dan lokal. Dengan demikian, penelitian menunjukkan bahwa WNN menegosiasikan isu gender dan lingkungan bukan hanya sebagai reproduksi struktur, tetapi sebagai strategi kolektif berbasis modal simbolik yang membangun legitimasi dan pengaruh.

Sehingga, pertanyaan penelitian yang muncul adalah bagaimana WNN, melalui praktik keseharian jurnalis dan strategi naratif kolektif, membentuk habitus dan distribusi modal simbolik dalam menegosiasikan isu ekofeminisme di masyarakat.

Catatan: Penulis memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) NotebookLM Google untuk mengekstraksi gagasan utama dari bahan bacaan.


Artikel ini telah direvisi pada 12 September 2025, berdasarkan catatan perbaikan dari dosen.

Daftar Pustaka

Bourdieu, P. (1977). Outline of a theory of practice (R. Nice, Trans.). Cambridge University Press.
Bourdieu, P., & Wacquant, L. J. D. (1992). An invitation to reflexive sociology. University of Chicago Press.
Collins, R. (2004). Interaction ritual chains. Princeton University Press.
De Certeau, M. (1984). The practice of everyday life. University of California Press.
Shiva, V. (2000). Staying alive: Women, ecology, and development (2nd ed.). Zed Books.
Swidler, A. (1986). Culture in action: Symbols and strategies. American Sociological Review, 51(2), 273–286. https://doi.org/10.2307/2095521

Komentar